Sahabat Pembaca

Wednesday, February 26, 2014

Zonasi waktu pemecah kemacetan Ibukota

Ibarat Jam pasir dimana ada bagian yang menyempit, begitulah kemacetan yang terjadi di Ibukota setiap harinya, dari segala penjuru pergerakan manusia baik yang menggunakan transportasi umum n pribadi bergerak pada satu waktu yang bersamaan.
Pemda Jakarta sudah menerapkan berbagai macam solusi demi memecahkan persoalan ini, namun kenyataan yang terjadi adalah kesemrawutan jalanan Ibukota di waktu Jam berangkat n pulang kantor selalu terjadi.
Indikator permasalahan ini jelas terlihat, tetapi ada satu solusi yang bisa dilakukan oleh Pemda DKI untuk mengatasi permasalahan, yakni dengan diberlakukannya Zonasi waktu Masuk n Pulang yang Berbeda, pada UU Ketenaga Kerjaan tidak mengatur hal ini, jadi Pemda melalui Perdanya dapat melakukan aturan tersebut, Pemda DKI bisa mengatur bagi Perusahaan-perusahaan yang masuk pada zona seperti; zona Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan masuk kantor jam 08.00 am, pada zona Jakarta Pusat masuk kantor jam 09.00 am dan terakhir pada zona Jakarta Utara masuk pada jam 10.00 am, semua Zona harus menerapkannya namun dikecualikan pada lapangan pekerjaan seperti Pelabuhan, Bandara, Transportasi Umum dan Layanan Umum.
Dan semua waktu diatas berarti disesuaikan diundur satu jam kebelakang, jika aturan ini didapat akan mengurangi kemacetan hingga 50% (perkiraan ini masih fluktuatif) juga yang terpenting mengurangi kerugian Negara dalam hal konsumsi BBM bagi kendaraan yang terbuang percuma, tingkat setres masyarakatpun berkurang, Perusahaanpun tidak drugikan.
Kebijakan ini juga tidak menggunakan anggaran Pemda yang berarti, bahkan nyaris nol %, hanya tinggal kemauan Pemda DKI saja menjalankan ini.

Arizma Bayu Suwito
Korban Kemacetan
Gamprit V, 13 September 2013

Hukum dan Kemanusiaan

Tiga Dasar Hukum: Yuridis, Fisiologis dan Sosiologis, tiga dasar yang harus dimiliki dari suatu hukum yang ada tidaklah cukup memberikan manfaatnya, jika hukum yang dibuat tidak membuat kesejahteraan bagi pengikutnya, jika kesejahteraan tidak ditemukan dalam hukum yang ada, hasilnya adalah penyimpangan-penyimpangan.
Pada dasarnya manusia ingin diatur hanya saja jika aturan tersebut sangat membatasi n menimbulkan Reverse Economical Income Shyndrome(sindrom pembalikan pendapatan ekonomi), maka manusia sebagai makhluk yang berakal akan beradaptasi akan hal itu, dan itu yang dimaksud Penyimpangan.
Sistem yang seperti ini, adalah sistem yang menunggu titik kehancuran, bagi mereka yang berani melakukan penyimpangan akan melakukan hal yang lebih besar demi kemakmurannya, bagi yang tidak mampu mengikuti ini mereka akan pergi meninggalkan sistem ini dan mencari sistem yang membuat mereka nyaman berusaha.
Organisasi yang aturannya tidak mampu memberikan kenyamanan lahir bathin pada anggotanya adalah organisasi korup sebenarnya.
Korelasi Hukum dan Kesejahteraan seharusnya linier(hubungan antara hukum n kesejahteran harus sejalan), sehingga aset-aset human capital yang ada, yang telah terdidik itu tidak bertransform menjadi rayap dan hilang, akhir kata kerugian yang ditimbulkanpun jauh lebih besar.
Arizma Bayu Suwito
Pengamat Kehidupan
Gamprit, 13 September 2013

Transaction Money Monitory

Uang sumber dari kehidupan, Ibarat aliran darah, uangpun yang menjalankan roda dunia, Dunia tanpa uangpun yang timbul Chaos kekacauan semata.
Uang dengan dua sisi yang berbeda, ibarat dua pribadi yang berbeda, disatu sisi sebagai penyelamat disisi lain sebagai perusak.
PPATK mestinya karena kewenangannya dapat membuat suatu sistem ibarat ATC(air traffic control), atau seperti yang dimiliki oleh Kepolisian dengan TMC(Traffic Monitoring Control)-nya.
Dengan kewenangan PPATK bisa membuat MOU kepada seluruh badan hukum Bank n bukan Bank untuk melaporkan cash flow diatas 500, ke suatu sistem yang sudah dipersiapkan secara online, Teknologi informasi ini harus terintegrasi dengan data input di perusahaan Bank / non Bank, dari lembaga keuangan ini diluar BI harus menyiapkan staff khusus sebagai cash flow intelejen, nanti data yang terinput ke server PPATK berbentuk seperti diagram2 balok, setiap ada input data yang mencurigakan bisa langsung terdeteksi.
Kemunduran Bangsa ini semua bermuara pada Uang, jika pergerakan uang ini tidak bisa kita awasi, niscaya KPKpun sulit diharapkan.

Arizma Bayu Suwito
Ngantuk banget
Showroom JMJ, 18 September 2013